Rabu, 22 Januari 2014

Kepemimpinan yang Efisien dan Efektif




TUGAS
Administrasi Perkantoran






OLEH



Antonius Richardo Ratu da Costa

2013210018





PROGAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS ILMU-ILMU SOSIAL POLITIK
UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI
MALANG
2013

Kepemimpinan yang Efisien dan Efektif
            Sebagai seorang pemimpin dalam menjalankan aktivitas kepemimpinannya, seorang pemimpin dituntut aktif dan proaktif dalam mencari solusi dari setiap permasalahan dan tantangan yang dihadapi organisasinya dan harus mampu memiliki ketrampilan untuk mempengaruhi atau menggerakan perilaku orang lain agar mampu bekerja secara efektif dan efisien sehingga tujuan yang diinginkan suatu organisasi akan terwujud sebagaimana mestinya. Seorang pemimpin juga harus melayani secara intensif dan sesering mungkin melakukan pendekatan, berbaur, memperhatikan selalu terhadap bawahannya dan  bukan untuk  dilayani, Selain itu pemimpin patutnya harus bertindak secara responsif dan professional dalam menjalankan sebuah kepemimpinan yang efisien dan efektif didalam sebuah organisasi sehingga, ketika mengambil sebuah keputusan seorang pemimpin tersebut mampu melakukannya dengan tepat, cepat, hemat, dan selamat tanpa ada masalah dan hambatan-hambatan yang terjadi. Dengan demikian,  hasilnya akan memuaskan, mensejahterahkan dan mencapai sasaran tujuan lembaga atau organisasi tersebut.
Bagaimana mempersiapkan dan melaksanakannya  dengan efisien atas konsep yang diberikan ?

v  Pemimpin
Pemimpin adalah seseorang yang mampu memberdayakan orang lain dan sumberdaya lain dalam organisasi yang dipimpinnya untuk mencapai sasaran organisasi. Dengan demikian, pemimpin adalah seorang yang memiliki ketrampilan untuk mempengaruhi atau menggerakkan perilaku orang lain agar mampu bekerja secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan organisasi.

v  Kepemimpinan
Kepemimpinan dianggap sebagai perpaduan berbagai prilaku yang dimiliki seseorang sehingga orang tersebut memiliki kemampuan untuk mendorong bersedia dan dapat menyelesaikan tugas-tugas tertentu yang dipercayakan kepadanya. Jadi kepemimpinan adalah hubungan yang tercipta dari adanya pengaruh yang dimiliki seseorang terhadap orang-orang lain, sehingga orang lain secara sukarela mau dan bersedia bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

v  Efisiensi
Efisiensi adalah perbandingan terbaik antara suatu kegiatan dengan hasilnya. Menurut definisi ini, efisiensi terdiri atas 2 unsur yaitu kegiatan dan hasil dari kegiatan tersebut. Kedua unsur ini masing-masing dapat dijadikan pangkal untuk mengembangkan  Efisiensi merupakan suatu ukuran keberhasilan yang dinilai dari segi besarnya sumber/biaya untuk mencapai hasil dari kegiatan yang dijalankan.

v  Kepemimpinan yang efisiensi
Pemimpin suatu organisasi mempunyai tanggungjawab untuk melaksanakan tugas kepemimpinan dan mencapai sasaran atau tujuan organisasional. Kepemimpinan yang efisien berkenaan dengan pelaksanaan tugas kepemimpinan dan dampaknya pada sasaran atau tujuan organisasional. Kepemimpinan yang efisien berarti pemimpin menunjukkan kemampuannya dalam melaksanakan tugas-tugas kepemimpinan sehingga orang-orang (pengikutnya) mau melaksanakan pekerjaan  yang mempunyai dampak baik pada sasaran dan tujuan organisasi.
Hal-hal yang harus dilakukan dan dimiliki oleh seorang pemimpin  dalam kepemimpinan yang efisien, adalah :
1.      KNOWLEDGE/PENGETAHUAN
Seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan yang baik tentang kepemimpinan dan ilmu tentang ruang lingkup kerja profesinya yang terdiri dari pengetahuan kognitif maupun skill/keterampilan untuk berpikir kritis dalam mengambil sebuah keputusan.
Oleh karena itu untuk menjadi seorang pemimpin yang efisien yang mampu mengambil keputusan yang tepat dalam suatu situasi tertentu maka harus memiliki pengetahuan tentang :
a.       Leadirship/kepemimpinan
Seorang pemimpin harus mengetahui tentang konsep kebutuhan dasar manusia, teori motivasi, teori bekerja dalam kelompok dan ilmu perilaku. Seorang pemimpin juga harus mengetahui gaya-gaya kepemimpinan yang sesuai untuk situasi-situasi tertentu sehingga dapat mengambil sikap yang tepat dalam situasi tertentu. Leader juga harus memiliki visi yang jelas dan harus mensosialissikan dan mengkomunikasikan visi tersebut kepada bawahan sehingga bawahan bekerja bukan karena terpaksa tapi karena mereka juga menginginkan hal tersebut.
b.      Pengetahuan tentang lingkup profesi
Seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan yang baik tentang lingkup kerja profesinya baik pengetahuan kognitif maupun skill atau keterampilan sehingga dia bisa menjadi role model dan panutan bagi bawahan, dapat menambah dan memberikan energi positif pada bawahan dalam melaksanakan tugas.
c.       Critical thinking/berpikir kritis 
Seorang pemimpin harus mempunyai kemampuan berpikir kritis dalam hal pengambilan keputusan yang tepat untuk kepentingan klien maupun dalam memberikan arahan kepada bawahan. Hasil dari berpikir kritis akan ditemukan metoda baru yang lebih efekif sehingga bawahan bekerja bukan hanya sekedar melakukan hal yang telah menjadi rutinitas tapi bisa mencoba hal baru yang lebih positif.
2.      SELF AWARENESS/KESADARAN DIRI
Pemimpin yang baik harus mengenal dirinya dengan baik, diawali dengan mengevaluasi kekurangan dan kelebihan yang dimiliki sehingga kekurangan tersebut dapat ditingkatkan.  Dengan kesadaran diri yang baik kita akan menyadari bahwa tak ada manusia yang sempurna, setiap orang berhak untuk mengalami dan mengekspresikan rasa senang, sedih, kecewa, bahagia, cemas dn sebagainya. Seorang pemimpin yang baik harus bisa mengenali tanda-tanda ini pada bawahannya dan selalu berusaha belajar cara mengahadapi kondisi yang ada dengan cara yang baik.

3.      KOMUNIKASI
Komunikasi adalah jantungnya kepemimpinan. Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik terhadap teman maupun bawahan karena komunikasi yang baik adalah merupakan satu strategi dalam mempengaruhi orang lain.
Teknik komunikasi yang harus dimilki diantaranya :
a.       Mendengar aktif (active listening)
Pemimpin yang baik akan memahami bahwa mendengarkan bawahan akan membuat mereka merasa dihargai dan merupakan sarana untuk mendapatkan feed back dari mereka.
b.      Menyusun arah/arus informasi
Pemimpin harus membentuk alur komunikasi yang efektif sehingga dapat menghindari terjadinya miskomunikasi yang baik antara leader dengan bawahan, bawahan dengan rekan kerja maupun dengan klien.
c.       Asertif
Pemimpin yang baik harus mempunyai sifat asertif terhadap bawahan. Leader harus menyediakan waktu untuk menerima masukan baik dari pasien maupun dari bawahan dan begitu pula sebaliknya. Masukan disampaikan dengan cara yang membangun, jelas, konstruktif dan tidak menyakiti.
d.      Saling memberi umpan balik
Anggota tim atau bawahan membutuhkan evaluasi atau feedback seperti halnya pemimpin. Feedback berfungsi untuk meningkatkan self awareness/kesadaran diri mencegah asumsi negatif terhadap perilaku seseorang dan untuk menjadi petunjuk dan motivasi dalam proses perubahan kearah yang lebih baik.

e.       Linking dan networking
Seorang pemimpin harus memiliki jalur dan akses yang jelas dan mudah baik dalam memperoleh informasi terbaru maupun dalam melakukan komunikasi dengan profesi atau instansi lain yang dapat dijadikan tim dalam bekerjasama dalam menyelesikan suatu masalah yang ada.
f.       Mengkomunikasikan visi
Seorang pemimpin harus mempunyai visi yang jelas dan harus mengkomnikasikan dengan baik kepada bawahannya. Kemampuan mengkomunikasikan visi dengan baik akan dapat membangun motivasi, kerjasama dan memberikan energi yang baik bagi bawahan dalam bekerja ntuk mencapai tujuan.
4.      ENERGI
Seorang pemimpin harus terus menerus tampil dengan energi yang baik dalam penampilan dan pekerjaannya. Pemimpin yang selalu terlihat semangat dalam penampilan dan bekerja akan memotivasi bawahan untuk meningkatkan motivasi dan produktivitas kerjanya. Energi yang dimiliki seorang pemimpin akan mempengaruhi respon bawahan terhadap dirinya maupun terhadap pekerjaan yang dilakukan.
5.      GOALS/TUJUAN
Tujuan adalah apa yang akan diralisasikan atau arah yang akan dicapai, alasan seseorang dan merupakan motivasi untuk berbuat sesuatu/ melakukan pekejaan tertentu. Seorang pemimpin harus mempunyai tujuan yang jelas yang meliputi Apa, Siapa, Kenapa dan Bagaimana. Tujuan ini kemudian harus dikomunikasikan dengan bawahan agar mereka bisa menerima, memahami dan menyetujui tujuan tersebut sehingga dapat didiskusikan bersama cara pencapaiannya.


6.      ACTION/TINDAKAN
Seorang pemimpin yang baik adalah pandai dalam mengambil keputusan yang tepat dan berorientasi pada tindakan/action. Untuk dapat mengambil keputusan dan bertindak dengan baik maka seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan, kesadaran diri, kemampuan berkomunikasi dengan baik, energi, dan tujuan yang jelas. Seorang pemimpin harus menjadi role model yang baik dalam cara kepemimpinannya, dalam pelaksanaan tugas maupun dalam membangun kerja sama dan bekerja sama dengan orang lain termasuk dengan bawahannya.

                        Dalam menjalankan kepemimpinan seorang pemimpin harus memahami dan menerapkan asas-asas dalam pekerjaan tersebut untuk mencapai suatu tujuan yang diharapkan, diantaranya :
1.      Asas perencanaan
                        Segala sesuatu kegiatan harus punya perencanaan, agar  dijalankan dengan benar, tepat, dapat dikontrol dan juga dapatdievaluasi, sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal (sebesar-besarnya).

2.      Asas penyederhanaan
                       Penyederhanaan dilakukan dengan tujuan supaya suatu pekerjaan menjadi lebih mudah atau lebih ringan untuk dikerjakan.
3.      Asas penghematan
                        Pemakaian biaya, bahan, benda, sedapat mungkin diusahakan tidak berlebihan, cukup sesuai dengan yang dituntut atau dibutuhkan.
4.      Asas penghapusan
                        Menghapus atau meniadakan sesuatu kegiatan yang dianggap kurang perlu, sudah tentu yang tidak punya dengan hasil yang hendak dicapai.

5.      Asas penggabungan
                    Menggabungkan atau menyatukan beberapa kegiatan yang memiliki  persamaan dalam kemungkinan bisa dikerjakan sekaligusatau bersamaan sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga kerja.