Rabu, 16 April 2014

Etika dan Filsafat Kepemimpinan



Etika dan Filsafat Kepemimpinan, April 2014
Pada dasarnya Saudara dicetak menjadi Pemimpin, dengan berkompetensi Kepemimpinan, dengan nilai lebih pada Etika dan Filsafat Kepemimpinan yang didasarkan pada teori sifat-sifat pemimpin, dengan harapan beraplikasi pada perilaku kepemimpinan situasional, sehingga ada keterikatan baik emosional maupun kontingensi tujuan baik individu maupun organisasi, melalui proses tingkat kematangan kompetensi yang ditunjang motivasi menjadikan diri pemimpin yang melayani dalam sistem kepemimpian.

Tugas:
1.       Lakukan analisis singkat atas konsep tersebut di atas. (jawaban soal no 1 ini setelah diserahkan secara fisik/tertulis, dimasukkan pada komentar, dan diunggah pada blog masing-2 mahasiswa, print out bukti unggah);

2.       Berikan contoh satu sikap dan perilaku, yang saudara lakukan dalam komitmen pemimpin yang berkompeten dengan nilai etika dan filsafat kepemimpinan dalam kehidupan se-hari-2 saudara secara situasional;

3.       Tingkat kematangan pemimpin, akan terlihat pada proses kepemimpinan dalam sikap, perilaku dan tindakan pengambilan keputusan, apakah usulan saudara agar mahasiswa dapat mencapai tujuan tersebut ?

 Jawaban !

1.   1.   Kepemimpinan merupakan suatu aktivitas yang dilakukan oleh seorang pemimpin atau leader yang mana harus mampu memiliki ketrampilan untuk mempengaruhi atau menggerakan perilaku orang lain agar mampu bekerja secara efektif dan efisien sehingga tujuan yang diinginkan suatu organisasi akan terwujud sebagaimana mestinya. Dalam menjalankan sebuah kepemimpinan sebagai pemimpin yang berkompetensi sangat dibutuhkan etika karena merupakan hal yang mendasar dalam menentukan baik dan buruknya pemimpin yang dijalankan dalam kepemimpinannya. Pemimpin sangat dibutuhkan dalam suatu organanisasi, menjadi seorang pemimpin yang berkompetensi berawal dari adanya  kesadaran pribadi dengan melihat kekurangan yang harus ditingkatkan dan kelebihan yang harus dipertahankan kemudian dikembangkan  . Setelah itu pemimpin juga harus  memiliki pengetahuan, ketrampilan , sikap, dan perilaku serta komunikasi yang baik . Pemimpin juga harus optimis dan memiliki motivasi yang kuat dengan adanya kekuasaan, prestasi yang dimiliki, serta tujuan dan arah yang jelas sehingga dapat mempengaruhi atau menggerakan bawahannya. Sebagai seorang pemimpin dalam menjalankan sebuah organisasi harus bersikap tegas, mampu mengontrol emosionalnya dan bertanggung jawab serta dibutuhkan kerja sama dengan partner kerja atau bawahannya dengan bukan hanya memerintah melainkan juga mendengarkan aspirasi atau pendapat dari bawahannya, dalam setiap mengambil sebuah keputusan, sehingga alhasil sasaran tujuan dapat tercapai sebagaimana mestinya.

2.    2.  Dalam kehidupan sikap dan perilaku yang saya ambil adalah bagaimana saya memimpin dengan mengatur pribadi diri saya sendiri. Dalam hal ini sebuah lingkungan yang baru perlu dibutuhkan penyesuai diri. Seperti halnya, saya harus menyesuaikan diri dan harus terbiasakan berinteraksi terhadap lingkungan baru  yang saya hadapi ini, sebagai seorang pemimpin saya harus berani bertanggung jawab, memliki motivasi yang kuat, kesadaran diri, dan mampu  bertindak dengan mengatur pribadi sesuai dengan situasi atau tempat yang saya tempati dengan membedakan mana hal yang baik dan buruk. Keterkaitan dengan ini sikap dan perilaku saya harus optimis dengan mampu berpikir secara efisien dan efektif dalam mengambil sebuah keputusan dengan bertindak secara responsif dan professional sehingga saya dapat menggerakan dan mempengaruhi orang lain agar saya dapat mengalami perubahan-perubahan terhadap proses penyesuaian tersebut yang sesuai dengan tujuannya.

3.     3.  Sebagai seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya,hal utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin dalam sebuah interaksi adalah komunikasi karena kemampuan berkomunikasi yang baik terhadap teman maupun bawahan merupakan satu strategi dalam mempengaruhi orang lain. kemudian harus ada pengetahuan, ketrampilan,  kesadaran diri dan motivasi yang kuat baik dari dalam diri maupun diluar pribadi individu tersebut. Sehingga proses kepemimpinan dalam sikap, perilaku dan tindakan pengambilan keputusan, tepat, cepat, hemat, dan selamat tanpa ada masalah dan hambatan-hambatan yang terjadi.